5 Cara Perusahaan Besar Melindungi Data

Perusahaan besar melindungi data mereka dengan menggunakan beberapa lapisan keamanan yang saling melengkapi. Mereka menggabungkan teknologi canggih dengan aturan yang ketat untuk menjaga informasi penting tetap aman. Beberapa strategi utama yang digunakan antara lain pendekatan Zero Trust, enkripsi data, serta keamanan perangkat (endpoint security). Selain itu, mereka juga memanfaatkan alat seperti Netwrix Endpoint Protector untuk memantau data, menerapkan kebijakan pencegahan kebocoran data (DLP), dan mengontrol pergerakan data di berbagai perangkat. Tidak kalah penting, perusahaan juga rutin memberikan pelatihan kepada karyawan dan menerapkan kebijakan penggunaan perangkat pribadi (BYOD) agar keamanan tetap terjaga.

Saat ini, perlindungan data menjadi bagian penting dalam strategi bisnis, tidak peduli besar atau kecilnya perusahaan. Di banyak negara, perlindungan data bahkan menjadi kewajiban hukum. Contohnya adalah GDPR di Eropa dan CCPA di Amerika Serikat, yang mengatur bagaimana data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor telepon dikumpulkan, digunakan, dan disimpan. Aturan ini juga memberikan hak kepada individu untuk mengontrol data mereka.

Kerugian akibat kebocoran data juga sangat besar. Menurut laporan IBM dan Ponemon Institute, rata-rata biaya kebocoran data secara global mencapai jutaan dolar. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti denda dari regulator dan meningkatnya kerja jarak jauh sejak pandemi. Di sisi lain, cara hacker melakukan serangan juga semakin canggih. Mereka sering menggunakan teknik phishing atau rekayasa sosial untuk menipu karyawan agar memberikan informasi penting, seperti kata sandi atau akses ke sistem perusahaan. Setelah berhasil masuk, mereka bisa menyebarkan malware atau ransomware ke seluruh jaringan.

Perusahaan besar biasanya sudah lebih siap menghadapi ancaman ini karena mereka telah lama mengembangkan dan menguji sistem keamanan mereka. Namun, kebutuhan mereka juga lebih kompleks karena harus melindungi berbagai jenis data, seperti data pelanggan, data keuangan, hingga kekayaan intelektual. Berikut adalah lima cara utama yang mereka gunakan untuk melindungi data:

1. Perlindungan tingkat lanjut dari ancaman luar
Perusahaan besar menggunakan berbagai sistem keamanan dasar seperti autentikasi dua faktor, firewall, dan antivirus. Selain itu, mereka juga menerapkan teknologi yang lebih canggih seperti Trusted Platform Module (TPM) dan konsep Zero Trust. Pendekatan Zero Trust berarti tidak ada yang langsung dipercaya, baik pengguna maupun perangkat. Semua harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan akses. Dengan cara ini, jika satu perangkat terinfeksi, serangan tidak akan mudah menyebar ke sistem lain.

2. Mengetahui lokasi dan pergerakan data
Langkah penting dalam melindungi data adalah mengetahui di mana data disimpan dan ke mana data tersebut berpindah. Perusahaan besar menggunakan alat khusus untuk memindai jaringan dan menemukan data sensitif. Jika data ditemukan di tempat yang tidak aman, mereka bisa langsung menghapus atau mengenkripsinya. Transparansi ini sangat penting untuk memenuhi aturan hukum sekaligus memperkuat sistem keamanan.

3. Menggunakan enkripsi secara menyeluruh
Enkripsi adalah cara mengubah data menjadi kode agar tidak bisa dibaca oleh pihak yang tidak berwenang. Perusahaan besar mengenkripsi data di berbagai tempat, mulai dari hard drive, USB, smartphone, hingga saat data dikirim ke cloud. Hal ini sangat penting karena saat ini banyak karyawan bekerja secara mobile atau dari rumah. Jika perangkat hilang atau dicuri, data di dalamnya tetap aman karena tidak bisa diakses tanpa kunci enkripsi.

4. Memberikan edukasi kepada karyawan
Karyawan sering menjadi titik lemah dalam keamanan data. Oleh karena itu, perusahaan besar memberikan pelatihan rutin tentang cara menjaga keamanan data dan memahami aturan yang berlaku. Mereka juga memastikan bahwa semua level karyawan, termasuk manajemen tinggi, mengikuti aturan yang sama. Selain itu, sistem DLP digunakan untuk mengatur siapa saja yang boleh mengakses data tertentu berdasarkan peran atau jabatan mereka.

5. Menerapkan kebijakan BYOD (Bring Your Own Device)
Banyak perusahaan mengizinkan karyawan menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja karena lebih praktis dan hemat biaya. Namun, hal ini juga membawa risiko keamanan. Oleh karena itu, perusahaan besar membuat aturan ketat terkait penggunaan perangkat pribadi. Hanya perangkat yang memenuhi standar keamanan tertentu yang boleh digunakan untuk mengakses data perusahaan. Jika tidak memenuhi syarat, maka data sensitif tidak boleh dipindahkan ke perangkat tersebut.

Kesimpulannya, di era digital saat ini, perlindungan data bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Perusahaan besar telah menunjukkan bahwa kombinasi teknologi, kebijakan, dan edukasi adalah kunci utama untuk menjaga keamanan data. Perusahaan kecil dan menengah juga perlu mulai menerapkan langkah-langkah serupa agar dapat melindungi data mereka dari ancaman yang terus berkembang.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan endpoint protector indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi endpointprotector.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!